Dapat Informasi dari Teman Sekolah
Juminten menceritakan bahwa Ia mengetahui fotonya diedit tanpa busana setelah teman sekolahnya memberitahu.
“Terus, teman saya itu bilang kalau pelaku menyebarkan foto saya itu di grup WA yang isinya cowok semua. Jadi saya langsung cerita ke ibu saya,” kata Juminten, Selasa (18/7).
Mendengar cerita tersebut, Ibu Juminten langsung mendatangi sekolah tempat staf honorer tata usaha itu bekerja.
Kemudian pihak sekolah membenarkan bahwa pelaku merupakan tenaga honorer di tata usaha sekolah tersebut.
Menjawab apakah kasus yang menimpanya akan ia bawa ke ranah hukum, Juminten mengatakan bakal ada rencana ke sana.
“Masih menunggu saudara dulu. Tapi ada rencana memang untuk melaporkan kejadian tersebut,” kata Juminten.
Juminten mengungkapkan, tidak hanya dia sendiri yang jadi korban dari perilaku keji honorer tersebut.
Dia mengaku ada beberapa temannya juga yang fotonya pelaku edit dan sebarkan di grup WA tersebut.
Sementara itu, Kepala Sekolah tempat pelaku bekerja AN membenarkan kejadian tersebut.
Dia menyebut kejadian itu baru terungkap setelah orang tua yang melapor kepada pihak sekolah.
“Iya betul kejadian tersebut. Yang bersangkutan adalah staf honor kami yaitu BU namun untuk korbannya bukan dari sekolah kami. Saya juga kaget ada berita tersebut,” katanya.
Menindaklanjuti kabar itu, AN langsung mengambil tindakan pemecatan terhadap oknum tersebut. (Mario)







