Home / Crime in Belitong

Rabu, 23 Agustus 2023 - 14:38 WIB

Pelaku Pemukulan “Bocil” di Belitung Timur Berakhir Damai, Pelaku Minta Maaf Kepada Keluarga Korban

Dua pelaku pemukulan terhadap seorang bocah di Kabupaten Belitung Timur, Maryandi (39) dan Taufik (19) menunjukkan surat damai atas kasus pemukulan yang dilakukannya. Kedua orang pelaku telah meminta maaf kepada pihak keluarga korban.

Dua pelaku pemukulan terhadap seorang bocah di Kabupaten Belitung Timur, Maryandi (39) dan Taufik (19) menunjukkan surat damai atas kasus pemukulan yang dilakukannya. Kedua orang pelaku telah meminta maaf kepada pihak keluarga korban.

BelitongToday, Manggar – Pelaku pemukulan “bocil” (bocah cilik) atau anak kecil di Kabupaten Belitung Timur, berakhir damai.

Aksi pemukulan tersebut dilakukan oleh Maryandi (36) dan Taufik (19), warga Desa Kurnia Jaya, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.

Pemukulan tersebut terjadi terhadap seorang anak kecil. Hal ini karena anak tersebut mengambil mainan jualannya.

Anak yang dipukul tersebut masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Belitung Timur.

Bocah itu mengambil mainan tersebut pada Jum’at (18/8) lalu saat sedang bermain layangan bersama teman-teman sebayanya di dekat gudang milik Maryandi.

Karena layangannya jatuh di dekat gudang Maryandi yang dalam keadaan tidak terkunci. Anak tersebut beserta teman-temannya masuk dan melihat mainan. Kemudian mereka mengambil mainan tersebut.

Baca Juga  Indonesia Launches Blue Economy Roadmap 2023-2045

Tidak terima atas perlakuan tersebut, Maryandi kemudian menangkap dan melayangkan beberapa pukulan. Sementara teman-teman bocah tersebut yang juga masih berusia anak-anak melarikan diri.

Atas kejadian pemukulan tersebut, pihak keluarga tidak terima dan melaporkannya kepada pihak berwajib.

Namun karena Maryandi dan Taufik pelaku pemukulan telah meminta maaf. Kasus berujung damai di kantor Desa Kurnia Jaya, Manggar, Selasa (22/8).

Pihak keluarga korban dan pelaku pemukulan sepakat untuk berdamai. Mereka kemudian menandatangani surat perjanjian di hadapan Kepala Desa Kurnia Jaya, Kepala UPTD PPA Dinas SOsial Beltim, dan pihak lainnya.

Baca Juga  Perhatian! Lengkapi Surat Kendaraan Anda, Polres Beltim Bakal Berlakukan Kembali Tilang Manual

Maryandi dan Taufik mengaku menyesal karena telah melakukan tindak kekerasan tersebut. Dia berjanji tidak akan mengulangi perbuatan keji tersebut.

“Kalau ada kejadian seperti ini lagi, kami tidak akan memukul, kami menyesal,” ujarnya.

Maryandi dan Taufik menuturkan, peristiwa pemukulan terjadi karena mereka tidak bisa menahan emosi. Pasalnya dagangannya yang mereka simpan di gudang tersebut kerap hilang.

“Kita tidak bisa menahan emosi, karena sering juga kemalingan. Adapun mainan yang anak itu ambil adalah pistol kembang api, itu barang jualan kita,” kata Maryandi dan Taufik. (Mario)

Share :

Baca Juga

Vandalisme Batu Tanjung Tinggi

Crime in Belitong

Satpol PP Belitung Amankan Satu Pelaku Vandalisme di Batu Pantai Tanjung Tinggi, Ini Motif Pelaku
Kratom

Crime in Belitong

Parah! Bukannya Tadarusan di Bulan Ramadan, Tiga Pemuda Ini Malah Konsumsi Kratom

Crime in Belitong

Kabupaten Belitung Miliki Perbup Integrasi Pendidikan Anti Narkoba

Crime in Belitong

Satreskrim Polres Belitung Tangkap Satu Orang Pengerit BBM di SPBU Perawas, Berhasil Amankan Ratusan Liter Pertalite
PT GNI Morowali

Crime in Belitong

Fakta Bentrokan Maut di PT GNI Morowali Utara
BNN Belitung

Crime in Belitong

Cegah Penyalahgunaan Narkoba di Sekolah, BNNK Belitung Gelar Raker dengan Kepala Sekolah
Penginapan Belitung Timur

Crime in Belitong

Jadi Lokasi Pesta Miras 11 Remaja, Satpol PP Belitung Timur Segel Satu Penginapan

Crime in Belitong

Rumah Bos Timah di Air Merbau Dikabarkan Digeledah, Ini Penjelasan Kejagung RI