BelitongToday, Tanjungpandan – Aksi teror petasan terjadi di sebuah rumah warga di Jalan Sijuk KM 4,5 RT 13/RW 05, Desa Air Merbau, Kabupaten Belitung, Selasa dini hari (10/3/2026).
Lokasi kejadian berada tidak jauh dari gudang Aneka dan Masjid Manba’ul Hidayah, tepatnya di belakang percetakan BIRU Cetak Undangan.
Rumah milik seorang warga bernama Ilyas menjadi sasaran pelemparan petasan oleh orang tak dikenal.
Peristiwa tersebut terjadi dua kali dalam satu malam, yakni sekitar pukul 00.00 WIB dan sekitar pukul 01.30 WIB.
Menurut keterangan Ilyas, sebelum kejadian sekitar pukul 23.50 WIB, anaknya sedang duduk santai bersama sepupunya di teras belakang rumah.
“Sekitar jam 12 malam anak saya sedang ngobrol santai di teras belakang rumah bersama sepupunya. Tiba-tiba ada petasan dilempar ke arah depan teras rumah,” ujarnya.
Setelah kejadian pertama, keluarga sempat mengejar pelaku hingga ke arah Indomaret di Jalan Kerjan. Namun pelaku berhasil melarikan diri.
Sekitar satu jam kemudian, teror kembali terjadi. Petasan kembali dilempar dan kali ini jatuh tepat di samping jendela kamar rumah.
“Kami bersama beberapa tetangga yang kebetulan masih bangun sempat mengejar pelaku, tetapi tidak berhasil ditemukan. Diduga pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor matic dengan knalpot racing,” jelasnya.

Ilyas juga mengungkapkan bahwa aksi teror tersebut bukan yang pertama kali terjadi.
Selama bulan Ramadhan ini, rumahnya sudah tiga kali menjadi sasaran pelemparan petasan.
“Pertama terjadi di awal-awal Ramadhan di rumah yang sama, lalu semalam dua kali lagi,” katanya.
Pada pagi harinya, keluarga menemukan sejumlah yang diduga barang bukti berupa serpihan petasan di sekitar lokasi kejadian.
Beberapa serpihan terlihat sudah berserakan di tanah, sementara dua buah petasan berwarna merah berukuran sekitar 5 sentimeter ditemukan masih utuh yang diduga gagal meledak.
Diperkirakan pelaku melemparkan lebih dari empat buah petasan dalam aksi teror tersebut.
Warga sekitar berharap aparat berwenang dapat segera menyelidiki kejadian ini, mengingat aksi tersebut cukup meresahkan masyarakat, terutama karena terjadi saat dini hari di tengah bulan suci Ramadhan. (Tim)
![]()







