Meneteskan Air Mata
Jurnalis BelitongToday, berkesempatan berbincang dengan CP (23) salah satu pelaku prostitusi online.
Ia mengaku harus terpaksa melakukan perbuatan tersebut karena menjadi tulang punggung keluarga.
“Saya terpaksa karena untuk menghidupi keluarga saya merantau ke sini untuk menghidupi keluarga,” ujarnya sambil menangis.
Dirinya tidak menyangka, bahwa malam itu ia akan digelandang oleh petugas Satpol PP.
“Awalnya terima tamu janjian seperti biasa dan tiba-tiba sekian menit petugas sudah ramai mengetuk pintu di depan,” ceritanya.
Ia pun mengaku menyesali perbuatannya tersebut dan akan mencari pekerjaan yang lebih baik lagi.
“Menyesal dan rencananya setelah ini saya akan pulang ke Bandung dulu,” paparnya.
Sementara perempuan lainnya, R (26) juga tampak menangis dan beberapa kali mengusap air matanya.
ia mengaku terjun ke dunia prostitusi daring karena terlilit hutang.
“Uangnya buat melunasi biaya hutang, makanya kerja seperti ini,” ungkapnya.
Ia menceritakan, sebelumnya pernah berprofesi sebagai pemandu lagu namun karena tamu sepi maka terpaksa terjun ke dunia prostitusi online.
“Karena sepi tamu sehingga saya berhenti jdi pemandu lagu dan memilih seperti ini,” tuturnya. (Mg1)







